Ngomongin karya seni tidak akan pernah ada habisnya. Kali ini, siswa kelas 4 SD Muhammadiyah Al-Kautsar membuat karya seni berupa tempat pensil dari kain flannel. Kain flannel yang terlihat biasa saja ternyata dapat disulap menjadi luar biasa.
Sejak awal pembelajaran, siswa sudah terlihat antusias ketika ustadzah memperlihatkan contoh tempat pensil yang terbuat dari kain flanel berwarna-warni. Rasa penasaran pun muncul ketika guru menjelaskan bahwa mereka akan membuat karya serupa dengan desain sesuai imajinasi masing-masing. Alat dan bahan yang digunakan pun cukup sederhana, seperti kain flanel, gunting, lem tembak, dan perekat kain.
Kegiatan dimulai dengan menggambar pola tempat pensil di atas kain flanel. Siswa dengan teliti mengikuti arahan ustadzah agar pola yang dibuat sesuai ukuran. Setelah itu, mereka mulai menggunting kain mengikuti pola yang telah dibuat. Pada tahap ini, ketelitian dan kesabaran sangat dibutuhkan agar hasil guntingan rapi dan presisi.
Tahap berikutnya adalah menyusun dan menempel bagian-bagian kain hingga membentuk tempat pensil. Kemudian siswa menggunakan lem kain untuk merekatkan bagian kain yang satu dengan bagian lainnya. Kreativitas siswa semakin terlihat saat mereka mulai menghias tempat pensil dengan berbagai ornamen. Ada yang membentuk karakter hewan lucu, ada juga yang menambahkan motif bunga.
Suasana kelas pun berubah menjadi lebih hidup. Siswa tampak aktif berdiskusi, bertanya kepada ustadzah, dan saling membantu teman yang mengalami kesulitan. Kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan individu, tetapi juga menumbuhkan sikap kerja sama dan kepedulian antarsiswa.
Ustadzah menjelaskan bahwa kegiatan praktik seperti ini sangat penting dalam pembelajaran. Melalui kegiatan membuat kerajinan tangan, siswa dapat melatih motorik halus, meningkatkan konsentrasi, serta menumbuhkan rasa percaya diri terhadap hasil karya sendiri. Selain itu, siswa juga belajar bahwa barang sederhana dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan bernilai.
Setelah proses pembuatan selesai, setiap siswa diminta untuk mempresentasikan hasil karyanya di depan kelas. Mereka dengan bangga menunjukkan tempat pensil buatan sendiri dan menceritakan ide di balik desain yang dibuat. Teman-teman yang lain memberikan apresiasi dengan tepuk tangan meriah.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi refleksi, di mana siswa berbagi pengalaman selama proses pembuatan. Banyak di antara mereka mengaku senang karena dapat belajar sambil bermain dan berkreasi. Mereka juga merasa bangga bisa membawa pulang hasil karya yang bisa digunakan sehari-hari.
Melalui kegiatan sederhana ini, pembelajaran menjadi lebih bermakna. Siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga pengalaman nyata dalam berkarya. Kreativitas, ketelitian, kerja sama, dan rasa percaya diri tumbuh melalui proses yang menyenangkan.
Kegiatan membuat tempat pensil dari kain flanel ini menjadi bukti bahwa belajar tidak harus selalu di dalam buku. Dengan metode yang tepat, pembelajaran dapat menjadi momen yang dinanti-nantikan oleh siswa, sekaligus menjadi sarana untuk mengembangkan potensi diri mereka secara optimal.



